Kabari — August 2007
Change Language:
Tumpeng 17 Agustusan,Kenduri NasionalBangsa Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya dan terutama orang Jawa, tumpeng atau tumpengan adalah simbol rasa syukur. Tumpeng bukan sekadar makan bersama beramai-ramai. Tumpeng adalah ucapan dan ungkapan syukur bahwa sesuatu sudah dilalui dengan baik dan bahkan berhasil. Tidak mengherankan, tumpeng dibuat sedemikian rupa, misalnya nasi yang disusun dan dibentuk ibarat gunung, ada berbagai lauk dan sayur, dan seterusnya. Semuanya adalah lambang atau simbol. Di acara Sekatenan, di Yogyakarta misalnya, selalu ada yang disebut Gerebek, yakni satu sesi acara tradisional Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat (Mataram) ketika masyarakat menyerbu tumpeng. Oh ya tumpeng di Sekatenan biasanya sangat besar dan harus diangkat puluhan orang dan kemudian diperebutkan. Mereka yang memperoleh makanan, apa pun itu, dari tumpeng raksasa itu berarti memperoleh berkat atau anugerah. Tidak mengherankan ketika 17 Agustus tiba, tumpeng terlihat dan muncul di mana-mana. Tidak beda dengan orang Amerika saat merayakan Independence Day, berbagai ungkapan syukur sesuai tradisi masing-masing, bermunculan. Di Tanah Air kita, tumpeng sekarang bukan lagi dominasi mereka yang ada di Jawa, tetapi sepertinya menjadi tradisi nasional. Di hampir setiap kampung, desa, dusun, kelurahan, kecamatan, bahkan di Istana Kepresidenan, tumpeng menjadi sajian spesial perayaan 17 Agustusan. Presiden di negeri kita juga mempunyai tradisi potong tumpeng seusai mempimpin upacara Detik-detik Proklamasi. Biasanya, potongan tumpeng yang dilakukan presiden diberikan pada salah satu veteran yang diundang. Pada perayaan 17 Agustus tahun lalu misalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memotong tumpeng di Istana Negara dan memberikan pada salah satu sesepuh veteran yang Memang diundang hadir.

Simbolisasi
Di suatu tumpeng, selalu ada nasi yang dibentuk seperti gunung, mengerucut ke atas. Maknanya adalah harapan agar hidup ini semakin “naik” atau semakin baik. Tumpeng umumnya ditaruh di wadah nampan bambu yang di Jawa disebut tampah. Tampah itu dialasi daun pisang. Nasi tumpeng bisa putih seperti nsi pada umumnya, tetapi tidak jarang yang nasinya adalah nasi kuning.

Selain nasi, di dalam sebuah tumpeng terdapat lauk pauk, di antaranya ikan. Ikan adalah hewan air yang diartikan sebagai sikap rendah hati. Manusia hidup harus selalu rendah hati. Nah, di tumpeng, biasanya ada ikan lele atau ikan teri, dan bisa juga ikan asin. Yang penting adalah ikan.Sekarang ikan di dalam tumpeng boleh ikan apa saja, ikan bandeng misalnya, atau ikan teri yang dibuat dalam bentuk rempeyek (kerupuk). Khusus ikan teri melambangkan juga perlunya hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. Maklum saja, ikan teri tidak pernah terlihat sendirian di laut, apalagi di rempeyek. Selalu lebih dari satu. Menjadi lucu dan aneh ketika di dalam rempeyek hanya terlihat satu ikan teri.Selain ikan, di dalam tumpeng ada ayam yang boleh dikatakan “mewakili” hewan yang ada di darat. Ayam di dalam nasi tumpeng biasanya dipanggang utuh. Di Jawa, ayam panggang untuk tumpeng disebut “ingkung” dan saat ini selain ayam, ada juga yang mengisi
Tumpeng dengan rendang daging sapi atau empal. Yang juga tidak ketinggalan, dalam tumpeng harus ada telur rebus yang belum dikupas. Telur yang terdiri dari kulit, putih telur dan kuning telur melambangkan keutuhan dan perlunya merencanakan hidup dengan baik dan matang.Selain itu, di dalam tumpeng masih ada aneka sayur yang diurap (parutan kelapa yang dibumbui). Nah aneka sayur di dalam urap itu antara lain• Kangkung, satu sayuran yang dapat tumbuh di darat dan di air. Lewat kangkung, manusia diharapkan memiliki kemampuan hidup dan bertahan di mana saja.• Bayam, melambangkan kehidupan yang tenteram

• Kacang Panjang, sayuran ini harus disuguhkan utuh tidak boleh dipotong, maksudnya agar dalam menjalani hidup kita harus berpikir panjang, tidak tergesa-gesa.• Taoge, sayuran ini melambangkan kreativitasSaat ini, terdapat berbagai jenis tumpeng. Ada tumpeng nasi kuning, tumpeng nasi putih, tumpeng nasi uduk dan bahkan tumpeng pungkur.

Tumpeng pungkur adalah tumpeng kematian. Isinya hanya sayuran yang mengililingi tubuh tumpeng dan biasanya terdiri dari dua tumpeng yang ditaruh saling membelakangi. Kemudian ada tumpeng robyong, yakni tumpeng yang ditaruh di dalam bakul dan di puncak kerucut diberi telur, bawang merah, cabai merah yang ditusuk seperti sate lalu ditancapkan di puncak kerucut.Filosofi lain yang menarik adalah filosofi berbagai rezeki. Di setiap acara, biasanya penyelenggara atau yang dituakan akan memotong ujung tumpeng. Ujung tumpeng kemudian disantap oleh si pemotong atau diberikan kepada hadirin yang lain. Biasanya yang dituakan. Setelah itu baru kemudian tumpeng disantap bersama-sama. Seremoni pemotongan puncak tumpeng ini merupakan perlambang dari penghargaan kepada yang lebih tua dan pertanda pemilik hajat ingin membagi rezeki serta kebahagiaan. Tidak heran kalau di 17 Agustusan, banyak yang membuat tumpeng dan merayakan kemerdekaan negeri ini dengan penuh makna. (yayat)
VIEW ALL ARTICLES
Message
SEND